Menurut saya, Ramadhan asal kata dari “ramidha – Yarmadhu –
ramadhan” yang artinya terik matahari, panas, atau terbakar. Sedangkan
secara terminologi diartikan: membakar, meleburkan atau menghapus dosa.
Ramadhan adalah sebuah kata yang terbentuk dari lima huruf, dan setiap hurufnya
memiliki makna tertentu yaitu : Ra : rahmat (rahmat Allah), Mim : maghfirah
(ampunan Allah), Dhod : Dhommanun li al jannah (jaminan untuk menggapai surga),
Alif : Amaanun min an nar (terhindar dari neraka) Nun : Nurullahi al Azizi al
Hakim al Ghofuuri ar Rahiim (cahaya dari Allah swt yang maha kuasa dan
bijaksana, maha pengampun dan pengasih.)
Saat kita telaah makna yang terkandung dalam kata ramadhan tersebut kita akan
semakin meyakini bahwa datangnya bulan Ramadhan adalah membawa sebuah
keberkahan dari Allah SWT untuk kita sebagai hamba-Nya. Hal ini sesuai sabda
Nabi Muhammad SAW dalam haditsnya, Artinya : dari Abi Hurairoh RA, bahwasanya
nabi Muhammad SAW berkata saat Ramadhan telah tiba: telah datang kepada kalian
bulan yang penuh berkah, pada bulan tersebut engkau diwajibkan berpuasa dan
dibukalah pintu-pintu surga dan ditutuplah pintu-pintu neraka dan
syaithan-syaithan di belenggu, dalam bulan tersebut ada satu malam yang lebih
baik daripada seribu bulan, barang siapa yang tidak mampu mendapatkan kebaikan
bulan ramadhan tersebut maka haramlah baginya surga. Riwayat Ahmad, an Nasa'i,
dan Baihaqi.
Dari hadits di atas terdapat kaitan yang sangat erat dengan bulan Ramadhan itu
sendiri, rahmat dan magfirah adalah dua sisi yang sangat erat bagaikan dua sisi
pada uang logam yang tak terpisahkan, disaat Allah SWT menurunkan rahmat-Nya
maka maghfirah-Nyapun turun mengiringi, demikian juga sebaliknya. Ketika rahmat
Allah SWT yang diiringi oleh maghfirah-Nya ini telah mengalir maka jaminan
mendapatkan surga dan terhindar dari neraka telah menanti.
Dan cahaya tersebut adalah Alquran yang Cahaya (Allah SWT) turunkan kepada Cahaya (Muhammad saw) di bulan Ramadhan yang penuh cahaya ini.
Sekian dan Terima Kasih.





0 comments:
Posting Komentar